Jangan lupa follow dan koment di Blog gua ini... Jangan lupa juga untuk Klik Iklan yang tersedia...Salam Blogger Dari Endhy - Ex

Minggu, 13 Januari 2013

0 10 Tempat Yang Tidak Bisa Ditemukan Di Google Maps


Aplikasi Google Maps menjadikan semua orang di dunia lebih mudah untuk bisa melihat seluruh tempat di bumi dari sudut pandang satelit. Tapi siapa sangka jika ada 10 tempat yang terlarang untuk dilihat di Google Maps?
Menurut situs teknologi Mashable, Minggu 25 Maret 2012, ada berbagai pertimbangan kenapa kesepuluh lokasi ini tidak boleh terlihat di Google Maps.

Menurut Deanna Yick, gambar satelit, aerial di Google Earth dan Google Maps didapat dari berbagai sumber komersial dan publik. Namun, ada ketentuan di mana mereka harus mengikuti hukum yang berlaku di negara masing-masing tempat mereka beroperasi. 


"Jadi ada beberapa tempat yang dibuat buram, kemudian baru mereka berikan image tersebut pada kami," kata Deanna Yick.

Seperti yang terjadi ketika pertama kali diluncurkan adalah gambar Gedung Putih dan Capitol Building di Washington, Amerika Serikat.

Berikut daftar 10 tempat yang tidak bisa dilihat di Google Maps:

1. The Royal Palace of Amsterdam, Belanda
Ini adalah lokasi tempat tinggal kerajaan Belanda. Beberapa tempat tinggal anggota kerajaan Belanda lain, bernaam Huis ten Bosch, juga dibuat buram.

2. Buffalo Niagara International Airport
Lokasi ini dibuat sulit dilihat detailnya karena sangat putih atau terang di Google Maps.

3. Tantauco National Park, Chile
Taman nasional ini hanya bisa dilihat dengan bentuk penanda dari jauh di Google Maps.

4. Keowee Dam, South Carolina, Amerika Serikat
Waduk buatan ini dibuat buram oleh Google Maps. Berbentuk mirip pohon Natal, waduk ini menjadi pusat pembangkit listrik untuk perusahaan Duke Energy.

5. Sebuah tempat di Rusia
Belum diketahui pasti mengapa dan apa lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps. Namun ditengarai tempat ini adalah situs militer Rusia di wilayah padang rumput Siberia, Rusia.

6. Bandara Minami Torishima, Jepang
Ini merupakan bandara dengan satu landasan pacu yang terletak di timur Jepang. Di Google Maps, lokasi ini dibuat buram dengan warna putih. Saat ini, lokasi itu dikabarkan digunakan sebagai lokasi pelatihan pasukan khusus angkatan laut Jepang.

7. The Michael Aaf Building, Utah, Amerika Serikat


Gedung Michael Aaf ini dibuat buram dengan warna putih, kemungkinan terbesar untuk alasan keamanan. Ditengarai lokasi ini merupakan tempat militer melakukan tes sistem senjata biologi dan kimia.

8. Cornell University Combined Heat and Power Plant, New York, Amerika Serikat


Lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps ini merupakan tempat berteknologi tinggi, juga menggunakan listrik dari gas alami sebagai cara universitas ini mengurangi emisi karbondioksida.

9. Babylon, Irak


Dibuat tidak bisa melihat detailnya, lokasi ini terlihat seperti lokasi pertanian.

10. Vlissingen, Belanda


Lokasi markas angkatan darat dan udara Belanda ini dibuat tampak seperti pixel-pixel besar yang tidak memungkinkan orang untuk melihat detail lokasi daerah ini.

0 Anak-anak Yang Pernah Mengguncang Dunia

Sementara kita menghabiskan masa kecil kita untuk ngupil dan menggunakan upil yang satu untuk melengketkan upil lain hingga menjadi super upil, anak-anak ini menghabiskan waktu mereka dengan hal yang sangat luar biasa. Anak-Anak Yang Memiliki Kekuatan dan Mengguncang Dunia dengan kisah dan tindakan mereka.



Johnny and Luther Htoo

[Image: johny%2Bdan%2Bluther%2Bhtoo.jpg]

Johnny dan Luther Htoo: Kembar ajaib

Johnny and Luther Htoo lahir di akhir '80-an di Burma, tapi mereka bukan orang Birma biasa yang agan kenal. Mereka kaum Karen, sebuah kelompok etnis yang telah melancarkan perang gerilya melawan pemerintah Burma sejak tahun 1949.

[Image: Johnny%2Bdan%2BLuther%2BHtoo2.jpg]

Awalnya mereka hanyalah anak laki-laki biasa yang tinggal di hutan dalam sebuah kamp pemberontak. Ketika tentara Burma menyerang tempat tersebut untuk membuka jalan bagi jalur gas, cabang bersenjata dari Karen National Union lari kocar-kacir, meninggalkan desa yang tidak berdaya. Tapi ada yang tinggal gan. Anak-anak berumur sembilan tahun yang menggunakan AK-47 untuk menangkis serangan Angkatan Darat Burma tersebut. Dan tebak? Anak-anak ini menang.


Si kembar Htoo tampil dewasa sebelum waktunya gan. Mereka bersama-sama memimpin “Tentara Gerilya Tuhan” dengan 150 pengikut patuh yang membawa senjata dan benar-benar percaya pada kekuatan magis dari si kembar Htoo. Bagaimana mungkin anda tidak mengikuti seseorang kalau anda tahu dia kebal peluru? Dan bahkan ranjau? Dan satu hal lagi, mereka bisa membunuh dengan cara hanya menunjuk senapan ke tanah dan berkonsentrasi. Para pengikut juga percaya bahwa satu dari kembar Htoo memimpin 250.000 tentara yang tidak terlihat, dan kembarannya yang lain memimpin 150.000 tentara tidak terlihat. Tentu kedengarannya konyol, tapi kalau dua anak yang belum puber ini masuk ke kantor agan sekarang dengan rkk Marlboronya, ngelemparin anda sebuah AK dan bilang sudah waktunya untuk membunuh seseorang, maka anda arus berpikir panjang dan keras untuk menolak tawaran itu.

[Image: Johnny%2Bdan%2BLuther%2BHtoo1.jpg]

Anak-anak ini benar-benar mencuri perhatian orang banyak ketika tentara-tentara mereka (yang terlihat) menyandera rumah sakit Thailand selama 22 jam penuh. Sekitar 700 hingga 800 pasien dan staff keamanan disandera dengan tuntutan pemerintah Thai berhenti mengupas posisi Karen di Burma serta perawatan medis bagi tentara mereka yang terluka. Pasukan keamanan Thailand menyerbu rumah sakit, menewaskan 10 gerilyawan, dan mereka menyerah (si kembar Htoo tidak ada di sana).

Johnny and Luther Htoo
Dalam sebuah wawancara tahun 2000, Luther Htoo menyatakan bahwa ia ingin kebebasan untuk Karen. Mereka dikejar oleh Tatmadaw (angkatan bersenjata Burma) dan dihindari oleh pemberontak Karen lainnya.
Si kembar menyerah kepada tentara Thailand pada Januari 2001 dan meminta perlindungan. Pada saat itu jumlah pengikut mereka telah menyusut hingga 20. Mereka menolak cerita tentang menjadi kebal, tetapi bersikeras bahwa Tuhan telah membantu mereka untuk bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Samantha Smith

[Image: Samantha%2BSmith.jpg]
Samantha Smith Mengguncang Rusia

Hubungan antara AS dan Uni Soviet itu begitu tegang bahkan hingga AS memboikot Olimpiade 1980 hanya karena diselenggarakan di Moskow. Carter bahkan berhenti berbicara dengan Soviet dan Ronald Reagan menyebut Uni Soviet sebuah "kekaisaran jahat" yang nyata. Dan Reagan tidak menggunakan tanda kutip untuk nunjukin kalau ia hanya bercanda gan.
Dan saat itu gan, seorang anak yang berpikiran luas, Samantha Smith yang sedang berumur 10 tahun menulis surat kepada kepala Soviet Yuri Andropov lalu bertanya apakah "dia akan memilih untuk berperang atau tidak,"

[Image: Samantha%2BSmith1.jpg]

Samantha Smith lahir pada tanggal 29 Juni 1972, di kota kecil Houlton, Maine , perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada usia lima tahun, ia menulis surat kepada Ratu Elizabeth II untuk mengekspresikan kekagumannya tentang monarki (ane bahkan ga tau apa yang ane tulis pada umur segitu gan).

Pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, ia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet yang baru Yuri Andropov, menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat sangat tegang

surat Samantha:

Dear Mr Andropov,

Nama saya Samantha Smith. Umur saya sepuluh tahun. Selamat atas pekerjaan baru Anda. Saya khawatir mengenai Rusia dan Amerika Serikat yang akan masuk pada perang nuklir. Apakah Anda akan memilih untuk berperang atau tidak? Jika tidak tolong beritahu saya bagaimana Anda akan membantu untuk tidak berperang. Pertanyaan ini tidak perlu Anda jawab, tapi saya ingin tahu mengapa Anda ingin menaklukkan dunia atau setidaknya negara kita. Tuhan menciptakan dunia bagi kita untuk hidup bersama dalam damai dan tidak saling melawan.

Hormat kami,


[Image: Samantha%2BSmith2.jpg]

Samantha Smith

Surat Samantha diumumkan dalam surat kabar Soviet Pravda. Samantha senang surat itu telah diterbitkan, namun ia tidak menerima balasan. Ia lalu mengirim surat kepada Duta Besar Uni Soviet untuk Amerika Serikat dan bertanya apakah Mr Andropov akan membalas suratnya. Pada tanggal 26 April 1983, ia menerima respon dari Andropov, dan juga, undangan untuk mengunjungi soviet. Jangan lupa gan, sampai di sini Samantha masih berumur sepuluh tahun.

Sebuah sirkus media pun terjadi, Smith diwawancarai oleh Ted Koppel dan Johnny Carson dan dengan laporan malam oleh jaringan besar Amerika. Pada tanggal 7 Juli 1983, ia terbang ke Moskow dengan orang tuanya, dan menghabiskan dua minggu sebagai tamu pribadi Andropov. Samantha bahkan berbicara pada sebuah konferensi pers di Moskow, dan menyatakan bahwa Rusia adalah "sama seperti kita". Di Artek, Smith memilih untuk tinggal dengan anak-anak Soviet ketimbang mengambil akomodasi istimewa yang ditawarkan padanya.
[Image: Samantha_Smith_4.jpg]

Andropov, sayangnya, tidak bisa bertemu dengan Samantha selama kunjungannya gan, meskipun demikian mereka berbicara melalui telepon. Smith juga menerima panggilan telepon dari kosmonot Rusia Valentina Tereshkova , wanita pertama yang mengorbit bumi. Media mengikuti setiap langkah Samantha -foto dan artikel tentang dirinya diterbitkan oleh surat kabar dan majalah utama Soviet sepanjang perjalanan dan setelahnya. Samantha dikenal secara luas oleh warga negara Soviet dan dihormati.


[Image: Samantha_Smith_3.jpg]

Samantha kembali ke Amerika Serikat pada tanggal 22 Juli 1983, dirayakan oleh orang-orang dari Maine dengan mawar, karpet merah, dan limusin serta popularitasnya terus tumbuh di negeri asalnya. Pada bulan Desember 1983, dalam perannya sebagai "Duta Besar Amerika Termuda", ia diundang ke Jepang, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Yasuhiro Nakasone dan menghadiri Simposium Anak Internasional di Kobe. Dalam sambutannya pada simposium tersebut, ia menyarankan agar para pemimpin Amerika bertukar cucu dengan Uni Soviet selama dua minggu setiap tahun, dengan alasan bahwa seorang presiden "tidak ingin mengirim bom ke suatu negara dimana cucunya sedang berkunjung".



Blink Kid Menghentikan Penyebaran Berita
[Image: Blink%2BKid.jpg]
Tahun 1800-an orang-orang begitu malas berjalan dengan tubuh berlemak mereka menuju kios yang menjual koran harian gan. Kaki mereka seperti terasa berat bahkan jika mereka seharian hanya bermalas-malasan di rumah. Untungnya bagi mereka gan, ada anak-anak tunawisma yang membawa kertas-kertas, dan menjualnya dengan keuntungan sangat kecil di setiap sudut jalan. Anak-anak ini disebut "newsies."
Sayangnya untuk penjualan tersebut, isi perut anak-anak ini ditentukan oleh seberapa sensasionalnya berita yang ditawarkan pada headline koran, dan juga rasa iba yang hampir tidak dimiliki oleh para bangsawan kaya. Sehingga tak jarang, pada penghujung hari, newsies harus makan kertas yang tidak habis terjual (secara harfiah, jika mereka sudah cukup lapar).



[Image: Blink%2BKid1.jpg]
Akhirnya pada tahun 1899, egoisme dari penerbit Joseph Pulitzer dan penerbit dunia William Randolph Hearst yang tidak memperhatikan nasib para newsies ini membuat murka para tukang koran. Sehingga newsies berinisiatif sendiri. Mereka menaikkan harga dari koran-koran selama Perang Spanyol-Amerika, tapi tidak seperti pesaing lain, newsies tidak menurunkan harga bahkan hingga perang berakhir. Mereka cukup mendapatkan sedikit untung. Aksi ini bahkan menarik lebih dari 5.000 newsies.

Dan sampailah kita pada Blink Kid gan
Menurut beberapa sumber, Blink Kid adalah anak karismatik bermata satu yang sangat bertanggung jawab. Wartawan menduga ia berumur antara 13 atau 14 tahun, dan mereka mengutip secara langsung ketika Blink Kid mengeluarkan ucapan emas seperti ini:
"Friens and feller workers. Dis is a time which tries de hearts of men. Dis is de time when we'se got to stick together like glue.... We know wot we wants and we'll git it even if we is blind."
Blink Kid
Jadi seberapa mengejutkannya anak ini ?

Blink Kid menghentikan penyebaran berita di seluruh Kota New York.

Blink Kid dan ribuan temannya mogok, yang berarti dua surat kabar utama di salah satu kota terbesar di dunia kehilangan distributor mereka. Dan ini tahun 1899 gan, saat koran adalah satu-satunya media. Jadi menutup dua sumber informasi terbesar di kota hampir sama seperti menutup akses internet New York, akses radio dan TV, kemudian hanya membiarkan warga menggunakan sinyal asap dan komunikator kaleng (dua kaleng yang dihubungkan benang – red) di tempat mereka.

Dia belum selesai.

Tidak hanya membuat aksi mogok serius para newsie dalam penyebaran informasi di NYC, Blink Kid juga membuat kota menjadi stagnan dengan memimpin beberapa aksi unjuk rasa di Jembatan Brooklyn.
Tentu saja gan, Hearst dan Pulitzer adalah raksasa industri, dan tidak akan mundur karena sekelompok orang yang berunjuk rasa. Mereka mengirim preman untuk membuktikan bahwa industri mereka tidak dapat digertak oleh sekelompok anak-anak bau. Hanya saja, anak-anak ini berdiri di tanah mereka. Blink Kid menang. Pada akhirnya, para raksasa mundur dan sepakat untuk membeli kembali surat kabar mereka yang tidak terjual.

Iqbal Masih Membebaskan Buruh Anak
[Image: Iqbal%2BMasih.jpg]
Iqbal Masih lahir dari keluarga Pakistan Katolik di Mudrik. Iqbal dijual sebagai budak anak pada usia empat tahun dengan harga cuma $16 gan. Dia terpaksa bekerja pada pabrik karpet tenun di sebuah kota kecil bernama Muridke dekat Lahore , empat belas jam per hari dengan gaji tiga sen. Setiap kali Iqbal tidak "mematuhi" apa yang bosnya katakan, ia akan dicambuk dan dilukai atau dipukuli. Suatu hari gan, ia ingin membebaskan dirinya sendiri dan anak-anak lain yang menderita. Ia pergi ke kantor polisi terdekat dan mengatakan bahwa ia sedang diperlakukan tanpa rasa hormat dan ingin kebebasan. Sayangnya, perwira polisi itu di sisi pabrik karpet dan ia membawa Iqbal kembali sehingga d pabrik, ia dirantai.
[Image: Iqbal%2BMasih4.jpg]
Namun, pada usia 10 tahun, Iqbal melarikan diri dan bergabung dengan BLLF (Bonded Labor Liberation Front of Pakistan), sebuah kelompok yang didedikasikan untuk membebaskan perbudakan pada anak.
[Image: Iqbal%2BMasih3.jpg]
Jadi seberapa mengejutkannya anak ini ?

Dalam dua tahun, Iqbal membebaskan 3.000 anak-anak dari perbudakan.
Iqbal tidak hanya bergabung dengan BLLF gan, dia bahkan menjadi juru bicara. Hal yang cukup berani untuk dilakukan. Walaupun kebanyakan dari kita akan melenggang pulang dan terjebak pada makan dan games, anak ini masuk kembali ke dalam parit, bahkan menyamarkan diri dan menyelinap masuk ke pabrik-pabrik untuk mewawancarai anak-anak tentang kondisi kerja mereka.
[Image: Iqbal%2BMasih2.jpg]
Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat dan Eropa menyerukan untuk mengakhiri pekerja anak terikat. Dia juga menyerukan untuk memboikot karpet Pakistan, hampir semua karpet itu dibuat oleh anak-anak terikat seperti dirinya.
[Image: Iqbal%2BMasih1.jpg]
Iqbal menjadi pahlawan internasional dan seruannya untuk memboikot karpet Pakistan mulai berpengaruh. Pada tahun 1992, ekspor karpet turun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Ekspor turun pada tahun 1993 dan 1994 juga, dan Iqbal menjadi objek kebencian untuk produsen karpet Pakistan - "mafia karpet".
Sehingga pada tahun 1995, pada usia 13 tahun Iqbal Masih dibunuh. Kuat dugaan ia dibunuh oleh para mafia karpet yang tidak suka dengan perjuangannya.

Pada tahun 1994, Iqbal dianugerahi Reebok Human Rights Award. Dan pada tahun 2000, ia secara anumerta dianugerahi The World’s Childrens’s Prize for the Rights of the Child


Minggu, 16 Desember 2012

0 Bukti Neil Amstrong Benar-benar Mendarat di Bulan



Tahun 1969, pesawat Apollo 11 berhasil membawa dan menjejakkan manusia untuk pertama kalinya di Bulan. Tentu kita semua masih ingat siapa saja awak dari Apollo 11 itu. Nama Niel Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins mungkin merupakan nama-nama yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Ketiga orang itulah para astronot yang dikirimkan oleh NASA dalam misi penerbangan manusia pertamakali ke Bulan dengan Apollo 11. Peristiwa ini tentunya menjadi suatu tolak ukur bagi kemajuan IPTEK kita, dan mungkin kedepannya penjelajahan ke Mars maupun planet lainnya dengan mengirimkan manusia pertama kesana bukan menjadi suatu impian lagi.
<p>Your browser does not support iframes.</p>

Namun sayang, setelah lebih dari tiga dekade terlewati pro kontra masih membayangi peristiwa bersejarah itu. Banyak oknum yang belum sepenuhnya mempercayai bahwa NASA benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan dikarenakan beberapa sebab, diantaranya penguasaan teknologi yang belum memadai saat itu,dll. Era tahun 1969 merupakan masa dimana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika belum berakhir. Mungkin karena ambisinya untuk memenangkan perang dingin inilah yang membuat pihak Amerika kemudian membuat suatu "kecurangan" dengan sebuah proyek rekayasanya yang mengambil setting pendaratan di bulan tsb. Satu fakta yang mungkin membuat Amerika "geram" adalah kabar keberhasilan Soviet yang telah mengorbitkan Vostok 1-nya bersama Yuri Gagarin, sebagai manusia pertama yang berhasil melakukan perjalanan ruang angkasa.

Tapi, benarkah misi Pendaratan Apollo 11 di bulan itu memang benar-benar dipalsukan oleh NASA dengan membuat filmnya di Studio?


Pada tanggal 15 Februari 2001,
American Fox TV Network menayangkan sebuah program yang disebut Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon? (Teori Konspirasi : Apakah Kita Sungguh Mendarat di Bulan?). Mitch Pileggi, seorang aktor dalam film X-Files memandu acara satu jam ini, menyatakan bahwa NASA telah memalsukan seluruh proyek Apollo ke Bulan dengan membuat filnya di Studio. Namun, mitos ini hanya diyakini sedikit orang di Amerika. Berdasarkan jejak pendapat Time pada tahun 1995 dan Gallup pada tahun 1999, yakni hanya sekitar 6% saja orang Amerika yang meragukan bahwa 12 Astronot telah berjalan di bulan. Ke-6% orang-orang yang meragukan hal itulah yang disebut sebagai penganut teori konspirasi.  Para penganut Teori Konspirasi diluar Amerika mungkin lebih banyak lagi, menurut taksiranku, saat ini lebih banyak orang yang mempercayai mereka mengenai mitos tentang kepalsuan pendaraatan di Bulan yang dilakukan oleh NASA.CMIIW*
 
Para penganut teori konspirasi dan orang yang skeptis tentunya mempunyai banyak bukti akan hal ini. Menurut mereka banyak beberapa hal yang aneh pada foto-foto yang dipublikasikan oleh pihak NASA selama misi ke bulan tsb. Diantaranya foto yang memperlihatkan bendera tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada atmosfer dan angin. Mereka juga menunjukkan bahwa dalam semua foto yang seharusnya memperlihatkan para astronot sedang berada di permukaan Bulan yang hampa udara, mereka tidak melihat obyek gambaran bintang-bintang dilangit yang gelap.

Tapi, saya pribadi justru mempercayai bahwa misi Apollo 11 ke bulan itu bukanlah merupakan suatu kebohongan yang selama ini banyak digembar-gemborkan oleh para Skeptisme maupun penganut teori konspirasi .Mengapa?

Mungkin beberapa penjelasan yang saya uraikan dibawah ini lebih bisa membuka pikiran kita bahwa sebenarnya apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh beberapa oknum yang menyatakan bahwa pendaratan Apollo 11 di bulan itu palsu, bisa aku katakan merupakan sebuah tindakan "penyesatan" dan boleh dikatakan "fitnah". Berikut adalah point-point yang sering dipertanyakan di beberapa forum luar menganai berbagai kejanggalan-kejanggalan tsb. Sengaja ditampilkan dalam gaya tanya jawab yang disertakan beberapa gambar untuk lebih mudahkan teman-teman dalam membaca dan mencerna uraian dibawah ini.

X : Penganut Konspirasi
Y : sebagai orang yg mempercayai Apollo 11 benar2 mendarat di Bulan

Point 1. Mana bintangnya?


X : coba lihat pict diatas,mengapa tidak ada bintang pada gambar yang diambil para astronot dari permukaan Bulan. Logikanya tanpa atmosfer otomatis langit Bulan menjadi gelap. Jika demikian tentunya pengamat bisa melihat objek-objek terang seperti bintang.

Y : Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapat
memperlihatkan secara bersamaan dua objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena sinar matahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave, seorang astronot yg telah terbang keluar angkasa sebanyak enam kali, mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar matahari yang terang, ia tidak dapat melihat bintang-binatang. Namun ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat melihat bintang.

Penjelasan lainnya, pada langit Bumi, partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari pada panjang gelombang biru, sehingga langit siang hari pun tampak biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki atmosfer sehingga langit senantiasa gelap, baik siang maupun malam. Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat. Tetapi kenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namun terlalu redup untuk ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot disetel untuk mengambil gambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaan Bulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada langit latar belakang.

Point 2. Mengapa bayangnya tidak paralel?



X : Mengapa bayangan astronot dan b agian-bagian peralatan ilmiah di permukaan bulan tidak benar-benar paralel? tidak masuk akal!!

Y : Bayangan itu tidak paralel karena hanya diterangi satu sumber cahaya yg jauh seperti matahari. Namun, hal itu benar jika kamu berada dipermukaan yang rata dan tidak berefek 3 dimensi. Jika kita mecoba memperlihatkan realitas 3 dimensi pada permukaan yg tidak rata di dalam foto dua dimensi yg memiliki kontras, bayangan jatuh ke arah yg sedikit berbeda.

Point 3. Benderanya dapat berkibar?


X : Mengapa bendera bisa berkibar ditempat yang hampa udara seperti bulan. Logikanya,bendera dapat berkibar apabila ada angin, karena hanya udara yg bergeraklah yg dapat mengibarkan bendera.

Y :
1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.
2. Jika ada cukup banyak angin di studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti menggerakkan debudebu di kaki mereka.
3. Untuk bisa berkibar, bendera tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah yang terjadi. Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yang ditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak tergantung dan merentang. Selain itu permukaan Bulan yang keras mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus memutar tiang tersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan. Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yang sebenarnya lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak ada gaya dari luar yang menghentikannya.

Sesungguhnya, bendera yg berkibar itu justru membuktikan bahwa para astronot memang berada di Bulan. Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang selama beberapa waktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk segera menghentikan gerakan bendera.

Point 4. Mana Kawahnya?


X : Pada foto yang lain, tidak tampak adanya lubang bekas semburan roket (kawah) pada lokasi pendaratan. Untuk roket seukuran Apollo seharusnya semburannya dapat menimbulkan lubang yang besar pada permukaan Bulan. Jadi, bagaimana bisa roket mendarat mulus tanpa membekaskan jejak besar?

Y : Untuk melakukan sebuah pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapi dengan kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan. Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi, semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi. Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang besar.

Hasil foto-foto yang diambil di Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap. Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah sumber cahaya berasal.

Point 5. Transmisi suara tidak ada jedanya sama sekali?

X : Transmisi suara dari bulan ke bumi kok gak ada jedanya sama sekali, padahal mustinya kira-kira 5 detik, baru samapi ke bumi?

Y : Transmisi audionya sebenarnya ada jedany. Antara suara dari bulan dan konfirmasi dari bumi tidak ada jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya pada potongan transkrip berikut :

1.102:41:12 Duke: Eagle, you've got 30 seconds to P64
2.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)
3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you're looking great. (Pause)
4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.
5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)

Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7 detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)

Tapi coba perhatikan hanya ada 2 detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari mulut Duke ke mic dihadapannya.

Point 6. Masalah sabuk Radiasi Van Allen (Van Allen Belts)


X : Untuk mencapai bulan , astronot harus melewati Sabuk Radiasi Van Allen, yang bisa meghasilkan jumlah radiasi cukup fatal, bagaimana mungkin mereka dapat selamat?

Y : Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun mereka
memenginvestasikan jumlah yang cukup besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal. Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem. Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh untuk dianggap beresiko.

Point 7. Tidak akan pernah ada foto yang berhasil diambil?

X : Tidak akan ada foto yang bisa diambil di bulan, sebab film akan meleleh pada suhu 250°F.

Y : Film yang biasa akan segera meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian. Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi. Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih. Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.

Sebenarnya,masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari pihak Skeptic , namun karena aku rasa terlalu banyak, maka pertanyaan2 yang paling sering ditanyakanlah yang ku ulas.

Namun, ada suatu bukti yang tidak dapat dibantah bahwa manusia benar-benar pernah pergi ke Bulan, yaitu batu-batu bulan yang dibawa dengan berat total 382 Kg, yg telah diperiksa oleh ratusan ahli geologi dari seluruh dunia.




Batuan Bulan yang berhasil dibawa para awak Apollo Batuan-batuan ini memiliki karakteristik yang sama dengan batuan bulan yg ditemukan di pesawat ruang angkasa Rusia tanpa awak. Yang perlu diketahui bahwa batuan bulan itu sangat aneh,diantaranya :

1. Karena hanya mengandung sedikit air
2. (lihat gambar ke-2 batu bulan ) Karena sering terkena sinar kosmis selama jutaan tahun di permukaan bulan yang hampa udara,maka terbentuklah lubang-lubang aneh dipermukaannya.
3. Batuan bulan sangat berbeda dengan batuan bumi, dan tidak dapat dipalsukan denganteknologi terbaru apapun. Untuk menghasilkan batuan bulan palsu , setidaknya kita harus melumatkannya dengan tekanan 1.000 atmosfer dan memanasinya dengan suhu 1.100 derajat celcius selama beberapa tahun. Kemudian, selagi tetap berada dalam tekanan, dinginkan perlahan selama beberapa tahun lagi. Betapa konyolnya NASA jika harus
bersusah payah melakukan hal ini semua, betul tidak tidak?

Seharusnya, kita semua tidak sepantasnya
terpengaruh pada berita yg hanya secara sepihak menyoroti perjalanan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam menjadi misi pertama ke bulan.

Padahal ada beberapa misi yg sudah berhasil mendarat di bulan setelah Armostrong dan Aldrin.
Orang terakhir yg berjalan ke bulan adalah Gene Cernan yg melakukan misi bersama astronot Jack Schmitt, 7 - 19 Desember 1972.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...